Tak perlu galau, ini penjelasan mengenai muslimah dan jodoh

Salah satu tanda kebesaran Allah adalah menjadikan pasangan manusia sebagai suami dan istri. Orang-orang yang tadinya tidak saling mengenal bisa Allah pertemukan dan Allah hadirkan kasih sayang di dalam hati masing-masing. Lalu apa hakikat jodoh dalam islam?

Jodoh adalah cerminan diri kita. Allah berfirman, “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga)” (QS.An Nur: 26).

Buat apa membayangkan jodoh jika tidak untuk menikah? Banyak yang menantikan jodohnya karena ingin segera menikah dan melaksanakan sunnah Rasulullah. Menikah adalah sunnah yang tidak boleh kita jauhi. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang membenci sunnahku, maka ia bukanlah termasuk umatku” (HR.Bukhari dan Muslim).

Jadi, walaupun rasa takut untuk menikah menghinggapi sebagian orang, tetap saja kita tidak boleh membenci dan menjauhinya. Sebagaimana sunnah-sunnah yang lain, menikah juga akan membawa hikmah dan fadhilah jika dilaksanakan. Walaupun jodoh telah ditentukan, namun dalam perjalanan untuk bertemu dengannya diperlukan ikhtiar. Salah satu ikhtiar yang bisa kita lakukan adalah TAARUF.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *