Katanya cinta itu buta, Benarkah?

Love is Blind. Itulah pernyataan yang sering kita dengar. Mengapa demikian? Karena katanya saat kita jatuh cinta, kita dibutakan oleh banyak hal. Kita bisa melakukan apa saja, berpikir apa saja dan lainnya, semua demi cinta.

Tapi benarkah cinta itu buta? Sebuah penelitian menjawabnya!

Dalam penelitian ini ditemukan, baik cinta dalam konteks pada sepasang sejoli ataupun cinta seorang ibu kepada anaknya menghasilkan output yang sama pada otak yaitu terjadi tekanan aktivitas saraf yang terkait dengan penilaian sosial kritis terhadap orang lain dan emosi negatif sehingga hanya rasa suka yang ada.

Otak area hipotalamus menghasilkan senyawa euforia yang menurunkan penilaian negatif terhadap orang yang dicintai sehingga sebenarnya penilaiannya tidak objektif terhadap orang yang dicintai. Dengan kata lain, cinta memang buta, dalam artian mampu membutakan penilaian rasional dan objektif seseorang terhadap orang yang dicintai. Jadi, ternyata selama ini pernyataan ‘cinta itu buta’ memang bukan mitos atau ungkapan kosong belaka lho.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *