Hadits tentang taaruf, Alasan kenapa harus taaruf

Setiap orang pasti menginginkan bahwa pernikahan ini akan bertujuan untuk ibadah nantinya. Oleh karena itu, sebagian dari mereka memilih ta’aruf sebagai jalan awal menuju gerbang pernikahan. Ingin mendapatkan ridho Allah. Hal ini juga salah satu alasan kenapa memilih ta’aruf. Karena ta’aruf tidak sama dengan pacaran. Tidak ada aktifitas berduaan, chatting an, bersentuhan dll.

Lalu apakah dengan ta’aruf sudah menjamin bahwa kita akan mendapatkan pasangan yang baik akhlak nya? Bisa jadi ternyata saat telah menikah pasangan kita tidak baik akhlaknya seperti saat ta’aruf. Jika hal ini terjadi apa ini artinya Allah tidak ridho dengan pernikahan kita? Tidak. Bisa jadi Allah memberikan suami seperti itu karena ingin memberikan kita ujian. Ingin menghapuskan dosa kita dimasa lalu dan mengangkat derajat kita nantinya, atau bisa jadi ini sebagai balasan atas dosa kita di masa lalu.

يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا

“Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal (li-ta’arofu) …” (QS. al-Hujurat: 13).

Diambil dari makna bahasa di atas, ta’aruf antara lelaki dan wanita yang hendak menikah, berarti saling kenalan sebelum menuju jenjang pernikahan.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا خَطَبَ أَحَدُكُمُ الْمَرْأَةَ، فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَنْظُرَ مِنْهَا إِلَى مَا يَدْعُوْهُ إِلَى نِكَاحِهَا، فَلْيَفْعَلْ

“Apabila seseorang di antara kalian ingin meminang seorang wanita, jika dia bisa melihat apa-apa yang dapat mendorongnya untuk menikahinya maka lakukanlah!” (HR. Ahmad 3/334, Abu Dawud 2082 dan dihasankan al-Albani).

CategoriesUncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *